Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan vaksin asal Inggris bersama ilmuwan di University of Oxford. Vaksin ini berbasis vaksin vektor adenovirus simpanse. Artinya, pengembang vaksin mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse, dan dimodifikasi secara genetik untuk menghidari kemungkinan infeksi parah terhadap manusia. Vaksin AstraZeneca atau AZD1222 seperti yang tertera di laman resmi WHO, disebut memiliki tingkat efikasi 63,09 persen dalam melawan infeksi Covid-19. Selain itu untuk jarak dosis pertama dan kedua vaksin AstraZeneca punya interval yang lebih panjang yaitu 8 hingga 12 pekan untuk semua kelompok penerima. Efek samping vaksin ini menurut catatan yang dilaporkan, sebagian besar memberi reaksi ringan hingga sedang. Seperti nyeri, gatal atau memar pada bekas suntikan. Selain itu, ada rasa lelah, menggigil, demam, sakit kepala, mual dan lain sebagainya.

sumber :
https://ners.unair.ac.id/site/lihat/read/1642/simak-perbedaan-vaksin-sinovac-astrazeneca-dan-sinopharm